Selasa, 11 September 2012

Fakta penggunaan Ammonium Sulfat (ZA) dalam industri Nata De coco

Jika Anda merupakan salah satu penggemar minuman nata de coco (Sari Kelapa), Anda mungkin akan kaget jika mendengar ternyata dalam pembuatan/proses fermentasi nata, para pelaku usaha menambahkan Ammonium Sulfat (ZA) saat fermentasi. Iya, Anda pasti kaget, pasalnya ZA biasa oleh petani digunakan untuk pupuk tanaman. Belum lagi informasi yang beredar seolah memfonis dan memojokkan posisi Nata De coco di pasar. 

Tapi inilah Faktanya kenapa dan bagaimana sebenarnya penggunaan ZA pada pembuatan nata:

1. ZA sebagai sumber Nitrogen untuk Acetobacter Xylinum
     Seperti halnya tumbuhan atau mahluk hidup lainnya, Bakteri Acetobacter Xylinum mebutuhkan nutrien untuk metabolisme tubuhnya. Demikian pula halnya bakteri Acetobacter  mebutuhkan nutrien untuk metabolisme hidupnya.
 Lapisan Nata yang terbentuk sejatinya adalah hasil samping dari metabolisme bakteri Acetobacter Xylinum, yaitu merupakan kapsul selubung bakteri yang tersusun atas selulosa. Dan ZA adalah salah satu nutrisi/makanan bakteri selain gula, dan substrat air kelapa yang digunakan pada proses fermentasi nata. Dan ZA ini lebih berperan sebagai sumber Nitrogen pada metabolisme bakteri tersebut. Jadi bisa dipastikan ZA pada proses fermentasi akan terurai secara alami.

2. Penggunaan ZA pada fermentasi Nata jumlahnya sangat sedikit.
    Dari segi jumlah, penambahan ZA pada proses fermentasi jumlahnya amat sangat sedikit. Rata-rata pelaku usaha menggunakan ZA <1 kg untuk 120 liter air kelapa. Berarti jumlahnya tidak signifikan yaitu        < 1%, lagi pula toh jumlah yang sedikit ini nantinya akan diurai oleh bakteri Acetobacter.

3. Proses pencucian dan pemasakan Nata setengah jadi menghilangkan sisa metabolisme saat fermentasi.
     Fakta terakhir adalah, dari segi proses pengolahan. Nata yang terbentuk dari hasil fermentasi, tidak yang seperti yang Anda bayangkan langsung di pasarkan. Nata yang terbentuk dari fermentasi antara lain melalui proses lagi yaitu:
- Proses pembersihan lapisan nata dari kotoran/ lapisan selain selulosa.
- Proses Pemotongan menjadi potongan nata kecil.
- Proses pemerasan nata untuk mengurangi asam dan sisa metabolisme lain.
- Proses pendidihan berulang untuk menetralkan  Ph Nata.
     Setelah proses ini barulah Nata biasanya dipasarkan atau dikirim ke pabrik pembuat minuman nata de coco.

    Dari beberapa fakta yang diuraikan tadi semoga menjadi pencerahan buat Anda penyuka panganan keyal dan kaya serat ini. Dan juga menjadi informasi dan pemicu bagi pelaku usaha untuk menyampaikan hal ini pada konsumen Anda. Maju terus UKM Indonesia, maju terus produk Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar